Lama saya tidak berjumpa. Saya cukup rindu dengan fasilitas ini. Akhirnya saya bisa mengetik
kembali. Sepertinya saya hanya menghilang sepersekian detik atau mundur sedikit
jika memang meleset ketepatan waktunya. Di sela-sela sepersekian detik itu saya
cukup kaget hingga bosan sendiri. Umur saya sudah bertambah 5 tahun sejak
kehilangan momentum sepersekian detik tersebut. Padahal seperti yang kau tahu,
mesin waktu tidak bisa mengubah usia. Saya menemukan yang lebih dari itu!
Kalau
mesin waktu. Tak perlu lagilah saya jelaskan. Kalian sudah lebih mengerti
daripada saya. Kita semua sama-sama punya era yang acak-adut selama tahun
2075-2079; orang-orang berpergian dengan mesin waktu tetapi kemudian mereka
harus kembali lagi. Karena mereka merasa penemuan ini dirasa kurang manfaatnya,
ketika mereka pergi ke masa lalu, tubuh mereka mengecil menjadi muda. Sementara
mereka yang berangkat ke masa depan menjadi tua. Akhirnya semua orang yang
berpergian pada masa itu kembali lagi ke era awal diantara 2075-2079 –terkecuali
orang-orang yang meleset ke era sebelum atau sesudah kematiannya yang entah
mengapa tidak pernah kembali-.