Rabu, 20 Februari 2013

Prasasti, Masa depan dan Paradoks

Mungkin jika kalian menemukan tulisan-tulisan ini, Saya sudah menjadi dewa yang kalian sembah-sembah; anak kecil dipinggiran jalan; orang tua yang ada di masa kecil kalian; anak adopsi kalian; pacarmu; selingkuhanmu; dirimu sendiri; atau orang yang hanya diketemukan dalam buku sejarah; atau juga orang yang akan kalian temui di masa mendatang.

Di tahun 2012, isu kiamat tidak terjadi. Ramalan yang digembor-gemborkan berasal dari suku maya tidak terbukti, kecuali hanya sedikit bagian dari Rusia yang terkena jatuhan asteorid yang menyebabkan 500 orang lebih luka-luka. di tahun itu, belum ada mesin waktu. tetapi tahun ini, 2080, mesin waktu sudah berkembang selama satu dekade. Kalian yang membaca tulisan ini boleh menyebutkan tulisan ini fiksi, tetapi ini bukanlah fiksi. masalahnya, ketika manusia ataupun benda lain masuk ke mesin waktu; mereka akan mengikuti usia pada kemunduran ataupun kelajuan waktu yang mereka tinggalkan. Sehingga, jika saya berumur 20 tahun, saya akan menjadi 5 tahun ketika mundur 15 tahun begitu juga terjadi sebaliknya saya pun akan ikut menua. Itulah masalah, sehingga manusia pun enggan untuk menggunakan mesin waktu. Mesin ini sekedar menjadi olok-olok ilmuwan dan kekhawatiran digunakan untuk penyalah-gunaan fungsi. Akan tetapi, kita abaikan dulu aspek penjahat-penjahat yang pergi dengan mesin waktu seperti film looper, karena jika mereka melakukan seperti hal yang ditunjukkan dalam film itu; mereka akan menjadi seorang diri; tidak ada dua entitas antara yang muda dan tua seperti yang ditunjukkan film tersebut. mereka akan menjadi seorang dengan usia yang seharusnya tetapi kesadaran dan ingatan sampai usia sebelumnya.

Lalu apakah yang akan terjadi jika kita kembali ke masa jauh sebelum kelahiran kita? Atau masa sesudah kematian kita? Kawan, apakah hal itu bisa?