Selasa, 10 Desember 2013

My Concern About Mikro-Physic (tulisan ini dikirimkan sebagai syarat pengajuan beasiswa ke SIngapura)

Do you ever know about antimatter? Let me explain, based on the TEMPO’s articles (TEMPO is the big wellknown news in Indonesia), “Perangkap Dan Brown” “Temuan Neutrino Tak Menghancurkan Teori Relativitas” “Fisikawan Periksa Kembali Eksperimen Neutrino”, antimatter is the reverse of matter which both are held from bigbang. In the early we know only the matter which consist proton, electron and neutron. And now there are antiproton, positron (antielectron), neutrino from the antimatter. We will not know much about antimatter till the technology can be reached to observe it. The only thing why we can not observe it, it is superluminal so it is faster than light velocity.

These all are about fantasy, dream and imagination. It is the human’s dream to fly, to step on the moon, to cure the disease, to live eternal, to find the edge of the world and so on. It’s my dream to make the time machine in the future. I have got a clue, it is the superluminal world that can not affect the causal. So I concern to study Physic, like Predecessor I want to realize the imagination to be physical.

I’m also excited about Astronomy. Based on the KOMPAS news’s articles, “Menerka Isi Alam Semesta” and “Sejarah di Tepi Alam Semesta”, I have a desire to explore all the things outside of sight, the things are by far the furthest, the edge of the world. I want to verify the universe’s facts such as dark matter and dark energy. Also I want to research and discover a lot things there to reform and renew the last standing theory.

It’s not just vanishing my curiousity but develops the new ASEAN technology among all nations. These are our chances to be developed nations and there will always be chances. And I want to contribute in it’s implementation on Physic or Aerospace Engineering.

Jumat, 06 September 2013

Renungan

Mengenai orang-orang yang beriman, yang artinya mereka yang lebih percaya dan taat kepada Tuhannya. Apakah pantas mereka dikatakan munafik? Ya, memang kita akui bahwa tidak ada seorang pun manusia yang sempurna saat ini. Oleh karena itu, tentu saja setiap orang yang ada dan hidup saat ini mempunyai hawa nafsu dan kecenderungan untuk bersenang-senang. Akan tetapi, pantaskah orang-orang yang lebih beriman mereka sebut munafik dan sok suci? Lalu apakah yang dikatakan jujur adalah orang mengikuti dan diperbudak oleh hawa nafsunya? Kalau-kalau jujur itu menyebabkan manusia menjadi binatang.

Bukan masalah jujur atau tidaknya, mari kita kembalikan fitrah masing-masing. Manusia yang disyariatkan untuk patuh terhadap aturan dan beribadah dan binatang yang sepenuhnya BEBAS! Tentu akan berbeda. Maka menjadi bebas seutuhnya menurut mereka sama saja menafikkan kemanusiaan mereka dan memilih untuk menjadi di jalan binatang. Mereka menolak atas mereka, aturan-aturan yang membedakan mereka dengan binatang, aturan yang juga termasuk fitrah sebagai manusia di dalamnya. Mereka inilah yang sebenar-benarnya munafik, mereka mengakui bahwa mereka adalah manusia, mereka mengakui mempunyai Tuhan, tetapi mereka menolak itu semua dan memilih seperti binatang. Sementara orang-orang yang beriman, sekalipun mereka memiliki hawa nafsu tetapi nafsu itu berhasil mereka kalahkan oleh rasa takutnya terhadap Tuhannya dan juga ketaatan terhadap-Nya. Mereka mengakui diri mereka sebagai manusia dengan penghambaan dirinya hanya terhadap Tuhannya.

Mari kita bedakan dua makhluk ini. Manusia dan binatang. Manusia dijanjikan  hari-hari pertanggung-jawabannya di hari akhir nanti sebagai pengadilan atas semua perbuatannya, SEMUANYA. Sementara binatang tidak, binatang mungkin dihitung amalannya tetapi vonis mereka semua sama, hancur lebur kembali sebagai tanah. Sementara manusia menempati diantara dua opsi. Inilah yang membedakan manusia dan binatang. Oleh karena itu, hak binatanglah untuk berbuat bebas mengikuti kehendak hawa nafsunya selain juga karena mereka tidak punya akal. Dan tanggung jawab manusia yang berakal dan selama masih memilki akal untuk menjadi manusia yang tunduk terhadap syariatnya.

Jadi, pantaskah orang-orang yang beriman itu dikatakan munafik? mereka menafikan nafsunya, meminimalisir dan menyalurkan sesuai dengan jalan-jalan yang diperbolehkan atau sesuai dengan fitrahnya manusia. Mereka-mereka yang menafikan nafsunya inilah yang bisa kita sebut sebagai orang beriman. Sementara orang-orang yang munafik sesungguhnya orang-orang yang menjauhi dirinya dari fitrah-fitrah manusia dan mengaku bertuhan tetapi tidak taat.


Selain manusia, adapula makhluk yang kepadanya dibebankan syariat, yakni jin. Mengenai mereka, para jin, mereka hidup berada di alam yang ghaib, bukan kemampuan kita untuk membahasnya. 

Rabu, 20 Februari 2013

Prasasti, Masa depan dan Paradoks

Mungkin jika kalian menemukan tulisan-tulisan ini, Saya sudah menjadi dewa yang kalian sembah-sembah; anak kecil dipinggiran jalan; orang tua yang ada di masa kecil kalian; anak adopsi kalian; pacarmu; selingkuhanmu; dirimu sendiri; atau orang yang hanya diketemukan dalam buku sejarah; atau juga orang yang akan kalian temui di masa mendatang.

Di tahun 2012, isu kiamat tidak terjadi. Ramalan yang digembor-gemborkan berasal dari suku maya tidak terbukti, kecuali hanya sedikit bagian dari Rusia yang terkena jatuhan asteorid yang menyebabkan 500 orang lebih luka-luka. di tahun itu, belum ada mesin waktu. tetapi tahun ini, 2080, mesin waktu sudah berkembang selama satu dekade. Kalian yang membaca tulisan ini boleh menyebutkan tulisan ini fiksi, tetapi ini bukanlah fiksi. masalahnya, ketika manusia ataupun benda lain masuk ke mesin waktu; mereka akan mengikuti usia pada kemunduran ataupun kelajuan waktu yang mereka tinggalkan. Sehingga, jika saya berumur 20 tahun, saya akan menjadi 5 tahun ketika mundur 15 tahun begitu juga terjadi sebaliknya saya pun akan ikut menua. Itulah masalah, sehingga manusia pun enggan untuk menggunakan mesin waktu. Mesin ini sekedar menjadi olok-olok ilmuwan dan kekhawatiran digunakan untuk penyalah-gunaan fungsi. Akan tetapi, kita abaikan dulu aspek penjahat-penjahat yang pergi dengan mesin waktu seperti film looper, karena jika mereka melakukan seperti hal yang ditunjukkan dalam film itu; mereka akan menjadi seorang diri; tidak ada dua entitas antara yang muda dan tua seperti yang ditunjukkan film tersebut. mereka akan menjadi seorang dengan usia yang seharusnya tetapi kesadaran dan ingatan sampai usia sebelumnya.

Lalu apakah yang akan terjadi jika kita kembali ke masa jauh sebelum kelahiran kita? Atau masa sesudah kematian kita? Kawan, apakah hal itu bisa?